Sembuh, Kakek Rela Tempuh 1. 800 km Untuk Terima Kasih ke Tim Medis Covid-19

Last updated on: Published by: Keith Walker 0

–>

Bahana. com – Seorang kakek 72 tahun di China,   Zhu Chuancai, menempuh pekerjaan 1. 800 kilometer untuk menyongsong tenaga medis di salah utama rumah sakit darurat di Wuhan yang pernah merawatnya saat terkena Covid-19. Ia pergi seorang diri menggunakan kereta api dan menempuh waktu lebih dari 20 jam.

Zhu terinfeksi virus corona pada Febuari lalu. Ia kemudian dirawat di rumah sakit darurat Wuhan semasa 37 hari. Selama itu, Zhu merasa telah dirawat dengan sangat baik oleh para tenaga medis.

“Mereka benar baik padaku di rumah melempem. Mereka tidak menganggap saya jadi pasien. Mereka membantu saya mengabung kuku, mencuci pakaian, membelikan hamba susu. Saya sangat ingin bersemuka langsung dengan mereka, ” kata Zhu dikutip dari tayangan video SCMP, Kamis (24/9/2020).

Setelah dinyatakan segar, kesehatan Zhu juga tetap diperhatikan oleh para tenaga medis. Zhu diingatkan untuk rutin memeriksa nilai gula darahnya.  

Eyang di Wuhan Pergi Sejauh 1. 800 km Untuk Terimakasih Kepada Tim Medis. (Dok: SCMP)

“Mereka mengingatkan hamba untuk minum obat dan bertambah banyak melakukan pemeriksaan di sendi sakit. Mereka sangat peduli padaku, ” ucapnya.

Ia datang seorang diri dengan membawa koper dan utama tas lainnya. Saat bertemu dengan dokter dan dua perawat dengan sempat merawatnya, Zhu langsung menjabat tangan mereka dan tak berhenti mengutarakan terimakasih.

Zhu datang berkunjung dan memberikan beberapa makanan untuk para gaya medis sebagai tanda terimakasih. Lengah satu perawat di rumah sakit Sun Jian, tidak menyangka mantan pasiennya itu akan datang datang seorang diri.

“Saya merasa sangat terkejut masa dia muncul di depan saya. Dan saya tidak tahu dengan jalan apa harus berterima kasih padanya daripada dia berterima kasih padaku, ” ucap Sun.

Dokter Li Yangyu dengan juga sempat merawat Zhu, mengucapkan, para tenaga medis sebenarnya sepakat akan mengunjungi kediaman Zhu dalam April tahun depan.

“Awalnya, kami mengesahkan itu. Saya akan mengunjunginya di bulan April ketika bunga sakura mekar lagi di Wuhan tahun depan. Tetapi Zhu berkata kalau dia tidak sabar untuk tahu kami, ” ucapnya.

Related posts