Pakar: Inilah Deretan Dampak Buruk yang Terjadi Gegara Pandemi Covid-19

Last updated on: Published by: Keith Walker 0

Suara. com – Pandemi Covid-19 telah menarik begitu banyak perubahan pada pola hidup masyarakat. Hal ini termasuk rendahnya daya beli masyarakat, yang meningkatkan angka kemiskinan, sehingga provide dari petani juga mandek parallelbezeichnung tidak berputar.

Spesialis Gizi dr. Widjaya Lukito, SpGK, PhD, mengungkap bahwa melambatnya produk impor karena pandemi Covid-19 seharusnya jadi kesempatan produk pangan lokal dari petani semakin menggeliat.

“Perubahan ini harus jadi kesempatan memberikan daya ungkit pangan lokal. Kadar gizi pangan lokal juga lebih unggul karena rendah bahan kimia sebagai penyubur tanaman. Sehingga terbentuknya kesadaran pangan berkualitas itu hal positif yang bisa diambil, ” ujar dr. Widjaya dalam acara Webinar Indofood, Rabu (21/10/2020).

Kesempatan majunya produk pangan lokal juga sepakat dengan tren meningkatnya penjualan produk sayur dan buah. Di mana saat ini masyarakat sedang berusaha menjaga kekebalan tubuh, dan mereka banyak mengandalkan sayur dan buah yang memiliki banyak kandungan supplement untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Baca Juga: Libur Panjang, Epidemiolog USER INTERFACE: Hindari Daerah Zona Oranye dan Merah

“Kita lihat memang terjadi peningkatan produk yang terjual tuk makanan jadi buah segar lalu sayur mayur, konsumsi ini wujud tren yang bagus. Konsumsi buah dan sayur jadi meningkat, ke depan baseline survei PHBS, konsumsi sayur buah jadi tinggi, ” paparnya.

Adapun nampak negatif lainnya yg patut disoroti adalah limbah medis, seperti alat pelindung diri (APD), ke mana limbah infeksius tersebut dibuang atau dimusnahkan. Ditambah minimnya human touch (sentuhan fisik), karena keharusan jaga jarak, ini sama artinya hubungan sosial antar manusia jadi terhalang.

Kemudian kebiasaan belanja on-line semakin meningkat, yang berarti limbah plastik dari kemasan dan paket juga semakin bertambah.

“Peningkatan belanja bahan makanan, memang belanja paket data meningkat, makanan dan minuman jadi (instan) itu juga cukup meningkat selama pandemi Covid-19, ” kata dr. Widjaya.

Namun di balik itu sepenuhnya, tetap masih asa hal-hal baik yang patut disyukuri. Kini, masyarakat lebih memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan protokol 3M agar terhindar dari Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Baca Juga: Dulu Langka dan Mahal, Masker Bedah Kini Jadi Hadiah Lotre Rp 3 Ribuan

Related posts