Kurangi Limbah Fashion, Desainer Ini Bikin Busana Multifungsional Wardrobe

Last updated on: Published by: Keith Walker 0

–>

Pandangan. com – Busana tertutup atau modest fashion tak selalu identik dengan agama atau suku tertentu. Bahkan peminatnya kian meluas dari berbagai kalangan.

Hal tersebut yang membuat desainer Rosie Rahmadi mengangkat modest fashion pada Global Talent Digital 2020 yang diadakan oleh Russia Fashion Council. Rosie menjadi satu dari lima desainer Indonesia yang berhasil lolos   kurasi dan ikut serta pada virtual fashion show acara itu.

Ia hendak memamerkan koleksinya yang diberi nama ‘Kalopsia’. Rosie menjelaskan bahwa Kalopsia diambil dari istilah Yunani dengan berarti khayalan, di mana seluruh sesuatu tampak lebih indah lantaran yang sebenarnya.

“Itulah yang saya rasakan tentang fashion. Seperti sebuah delusi yang Indah di depan, tetapi di balik itu semua tersedia sesuatu yang sangat mendesak untuk mengurangi   konsumerisme berlebihan & impact limbah fashion yang begitu banyak, ” kata Rosie pada keterangan tertulis yang diterima suara. com, Kamis (27/8/2020).

Busana Modest Fashion Timeless. (Dok: Rosie Rahmadi)

Rosie menjelaskan, koleksi Kalopsia menggunakan warna-warna dengan tone natural dengan pelajaran utama linen, katun dan viscose. Yang tidak berubah, tetap tetap dengan kenyamanan siluet A line & H line sebagai karakter khasnya.

Beberapa item makrame sengaja didesain bisa dilepas pasang dengan pakaian lain untuk memberikan kesan unik. Koleksi ini terdiri dari kaum item seperti atasan, tunik, palazzo, outer dan dress yang masing-masing bisa berganti fungsi.

“Diharapkan dari Kalopsia ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat, bagaimana ketika kita kaya tidak perlu memiliki banyak baju, cukup beberapa helai saja tetapi sangat fungsional untuk berbagai jalan sehingga konsumsi atas fashion bisa lebih bertanggung jawab” katanya.

Menurut Rosie, rencana multifungsional wardrobe sangat berkontribusi dalam mengurangi limbah fashion. Karena dalam multifungsional desain, pakaian dibuat timeless sehingga dapat digunakan dalam masa waktu yang lebih lama.

“Satu item yang kita gunakan bisa distyling sedemikian rupa dan dapat digunakan untuk berbagai gaya dan suasana” ujarnya.

Indonesia sebagai salah satu negeri dengan jumlah muslim terbesar dalam dunia, memiliki kebutuhan terhadap baju modest yang sangat tinggi. Akan tetapi hal itu tidak diimbangi dengan   kesadaran dan edukasi mengenai pakaian yang berkelanjutan.

Related posts