Inti Hari Kesehatan Seksual Sedunia 2020 Dikaitkan dengan Pandemi Covid-19

Last updated on: Published by: Keith Walker 0

–>

Suara. com – Asosiasi Negeri untuk Kesehatan Seksual merayakan Keadaan Kesehatan Seksual Sedunia pada 4 September setiap tahunnya. Dikutip sejak website resmi WHO, tema Hari Kesehatan Seksual Sedunia pada tahun ini adalah “Kesenangan Seksual dalam Zaman Covid-19”.

Ya, ada begitu penuh tantangan yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19, yang dirasakan secara ijmal. Untuk itulah, Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual mencatat bahwa tumbuh harus terus berjalan dan sensualitas adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia.

Inilah yang membina mereka menyoroti kesenangan seksual di zaman Covid-19 sebagai tema daripada Hari Kesehatan Seksual Sedunia tahun ini. Apalagi, Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual mengatakan jika tersebut adalah kesempatan bagi pasangan untuk merayakan dan mempromosikan kenikmatan erotis mereka.

Serta memotivasi orang untuk melacak hasil positif dari aktivitas seksual, menjelajahi tubuh dan hubungan itu secara lebih maksimal, bebas sejak paksaan.

Nah, untuk informasi mengenai kebahagiaan seksual di tengah pandemi & bagaimana cara aman melakukan syahwat agar tak meningkatkan risiko penularan Covid-19, berikut adalah beberapa kejadian yang bisa kamu simak, semacam dilansir ASHA Sexual Health.

1. Bagaimana cara penularannya?

Para mampu mengatakan semua jenis aktivitas seksual secara langsung membawa beberapa efek. Tetapi ada cara untuk menyelenggarakan kontak intim dan tetap terhubung.

Seperti yang kita ketahui, Covid-19 adalah penyakit pernapasan, jadi kontak langsung dengan air liur melalui ciuman, misalnya, dapat dengan mudah menularkan virus. Meskipun virus ini belum ditemukan dalam cairan vagina, namun telah ditemukan pada kotoran orang yang terinfeksi.

Jadi ini berarti rimming (kontak oral atau anal) juga dapat menyebarkan Covid-19. Ingatlah bahwa kondom dan dental dapat mengurangi relasi dengan air liur dan feses selama seks anal dan oral.

Suatu studi belum lama juga menemukan virus corona dalam air mani, tertib pada pria yang mengalami infeksi aktif maupun yang telah sehat, tetapi belum jelas apakah virus itu dapat ditularkan secara erotis melalui air mani.

Related posts